Begini Stok Hewan Kurban Jelang Iduladha di Sinjai


BONEPOS.COM, SINJAI – Meskipun perayaan Hari Raya Iduladha atau Hari Idul Kurban 1442 Hijriah masih ada sekitar satu bulan lagi, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Sinjai mengantisipasi ketersediaan kebutuhan hewan kurban khususnya sapi dan kambing di Kabupaten Sinjai.

Kepala Disnak Keswan Kabupaten Sinjai yang dilansir dari website sinjaikab.go.id, Selasa (22/6/2021). Burhanuddin mengatakan, bahwa ketersediaan hewan kurban menjelang hari raya Iduladha khususnya untuk sapi di Sinjai aman.

"Sinjai ini salah satu daerah penghasil ternak potong khususnya sapi, sehingga kami pastikan bahwa jumlah sapi di Sinjai menjelang Iduladha stok aman dan bahkan stoknya sangat banyak," ungkapnya.

Menurutnya, populasi sapi potong di Kabupaten Sinjai saat ini berada dikisaran 120 ribu ekor, untuk jenis sapi jantan yang siap untuk dijadikan hewan kurban jumlahnya sekitar 8 sampai 9 ribu ekor sapi.

"Sementara, untuk hewan kambing populasinya saat ini jumlahnya 27 ribu ekor, dan yang siap dijadikan hewan kurban sekitar 2 ribu ekor," sebutnya.

Burhanuddin mengaku, hingga saat ini permintaan hewan kurban dari luar Kabupaten Sinjai terus mengalir, seperti permintaan dari Makassar, Kalimantan, Gowa dan kabupaten lain.

"Satu bulan terakhir ini ada sekitar seribu ekor sapi yang kita kirim keluar daerah, dan jumlah permintaan ini akan terus bertambah hingga mendekati hari raya Iduladha," ujarnya.

"Biasanya, jumlah permintaan atau jumlah yang kita kirim jumlahnya sampai 2 ribu ekor. Permintaan paling banyak itu dari Makassar dan Kalimantan," sambungnya.

Adapun kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Sinjai, kata Burhanuddin, berada pada kisaran 700 ekor. Kalau yang terlapor ke kami biasanya 200-300 ekor tapi kenyatannya di lapangan banyak masyarakat kita juga yang berkurban dikalangan keluarganya dan tidak melaporkan di tingkat kabupaten sehingga jika ditotalkan mencapai 700 ekor.

Sementara, terkait kesehatan hewan kurban, pihaknya menjamin kesehatan hewan kurban sebelum dilakukan penyembelihan. Karena, sebelum hewan kurban dipotong, ada petugas kami disetiap kecamatan untuk memeriksa terlebih dahulu kesehatannya.

"Sedangkan sapi yang akan dikirim ke luar daerah juga diperiksa terlebih dahulu kesehatannya untuk diterbitkan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan). Jika tidak ada SKKH-nya maka tidak bisa dikirim keluar daerah," jelasnya. (*)



Sumber : https://www.bonepos.com/?p=81926

Makassar.Online Kumpulan berita terkini harian Makassar dan Sekitarnya terbaru dan terlengkap dari berbagai sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.