Adu Solusi 4 Paslon Atasi Kemacetan di Makassar, Mana Paling Bagus?


Makassar, IDN Times - Debat publik Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Kota Makassar 2020 digelar di Gedung Kompas TV, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (7/11/2020). Empat pasangan calon saling obral visi misi, gagasan, dan program untuk menarik simpati masyarakat.

Keempat paslon yaitu Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (ADAMA), Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman), Syamsu Rizal-Fadli Ananda (DILAN), dan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin (IMUN). IDN Times memetakan beberapa bagian dari tema yang diperdebatkan. Di antaranya adalah transportasi.

1. Paslon DILAN akan manfaatkan sungai sebagai sarana transportasi tambahan

Adu Solusi 4 Paslon Atasi Kemacetan di Makassar, Mana Paling Bagus?Debat publik Pilkada Makassar 2020/Kompas TV

Empat paslon diperhadapkan dalam pertanyaan yang disusun oleh panelis. Khusus transportasi, pertanyaan disusun langsung Prof Sakti Adji Adisasmita. Dia merupakan Ketua Program Studi S3 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin. Paslon diminta untuk memberikan solusi konkret soal kemacetan di Makassar.

Begitupun dengan pengaturan sarana transportasi agar memudahkan masyarakat dalam beraktivitas. Menanggapi hal tersebut, paslon DILAN diwakili Syamsu Rizal mengawalinya dengan asumsi bahwa Kota Makassar tidak masuk dalam kota dengan indeks kemacetan parah di Indonesia.

"Dan itu memberikan kita ruang yang cukup untuk menata sistem transportasi kita itu menjadi lebih berkemajuan. Kita punya potensi lain yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Kita manfaatkan dua sungai besar di Makassar," ungkap pria yang akrab disapa Daeng Ical ini.

Ical bilang, sungai besar yang dimaksud adalah Sungai Jeneberang dan Sungai Tallo. Posisi sungai yang sangat strategis dianggap bisa menjadi wadah untuk membuat sarana baru transportasi air jika dimanfaatkan, ditata dengan baik dan benar. "Dan itu bukan kawasan yang biasa-biasa saja."

Ical mengaku telah meninjau langsung dua sungai yang bermuara ke Pantai Losari. Ical rencananya akan membuat moda transportasi penumpang melalui dua sungai tersebut, agar konsentrasi pergerakan orang di darat bisa terurai. Dengan begitu, kemacetan bertahap bisa dikurangi.

2. Paslon Appi-Rahman memimpikan Kota Makassar punya MRT atau LRT

Adu Solusi 4 Paslon Atasi Kemacetan di Makassar, Mana Paling Bagus?Debat publik Pilkada Makassar 2020/Kompas TV

Paslon nomor urut 2, Appi menanggapi pertanyaan panelis berikut pertanyaan paslon lainnya mengenai solusi dalam mengatasi kemacetan di Makassar. Appi menilai, dengan pertumbuhan penduduk yang pesat, pemerintah sudah seharusnya berpikir untuk menghadirkan transportasi publik yang terintegrasi.

Artinya menurut Appi, dibutuhkan sarana transportasi yang bisa melayani pergerakan orang yang semakin banyak. "Kami, memimpikan Makassar ini punya jaringan seperti LRT atau MRT yang kita lakukan. Tanpa membebani APBD Kota Makassar," ujar CEO PSM Makassar ini.

Appi meyakini, program tersebut dapat mengurai sekaligus menjadi solusi mengatasi kemacetan di Kota Makassar. Di sisi lain, Appi menganggap mesti ada koridor khusus bagi sarana tranportasi lintas sektoral. Mulai dari angkutan umum atau pete-pete, becak motor hingga angkutan online.

Menurutnya salah satu penyebab kemacetan karena seluruh moda transportasi digabung dalam satu jalan yang sama. "Sehingga memang harus dibuat area yang lebih spesifik yang memberikan ruang kepada moda transportasi lain, untuk tetap bisa beroperasi sehari-hari," imbuhnya.

Baca Juga: Timses Appi-Rahman Ditikam di Area Debat Pilkada Makassar di Jakarta

3. Paslon IMUN tekankan solusi atas kemacetan melalui artificial intelligence

Adu Solusi 4 Paslon Atasi Kemacetan di Makassar, Mana Paling Bagus?Debat publik Pilkada Makassar 2020/Kompas TV

Paslon nomor urut 4, IMUN diwakili Irman Yasin Limpo mengatakan, penanganan kemacetan di Makassar sudah seharusnya ditangani dengan cara modern. Irman menekankan pentingnya artificial intelligence atau kecerdasan buatan di era digitalisasi.

"Di mana kita harus menghitung rasio jalan dan kendaraan di atasnya. Apabila melebihi rasio tersebut maka otomatis harus ada pengalihan oleh pemerintah dan tersampaikan di masyarakat melalui perangkat teknologi digital," kata Irman.

Salah satu faktor kemacetan menurut Irman, berhubungan erat dengan kekeliruan dalam pengawasan dan pemberian izin. Mulai dari izin mendirikan bangunan dengan mengambil bagian jalan dan bangunan yang tidak seharusnya berdiri di jalur yang sudah ditentukan.

"Kalau tidak sesuai dengan artificial intelligence tidak boleh berdiri mendirikan izin di sana. Supaya semua terpotret. Izin di Samsat juga tidak boleh keluar kalau izin dari kendaraan ini sudah melebihi ruas jalan," jelas Irman.

Irman menambahkan, hanya dengan kecanggihan teknologilah, seluruh persolan khususnya kemacetan di Kota Makassar dapat dituntaskan. "Bukan dengan asumsi-asumsi, yang diberikan oleh eksekutif, pejabat pemerintahan, akademisi. Tapi harus dengan parameter-parameter yang dihitung dengan tepat," tegasnya.

Baca Juga: [BREAKING] Debat Pertama Pilkada Makassar, 4 Paslon Unjuk Program Pendidikan

4. Paslon ADAMA atasi kemacetan di Makassar dengan delapan cara

Adu Solusi 4 Paslon Atasi Kemacetan di Makassar, Mana Paling Bagus?Paslon Pilkada Makassar, Danny Pomanto - Fatmawati Rusdi. Dok. IDN Times/Kompas TV

Paslon nomor urut satu, Adama, diwakili Danny Pomanto mengungkapkan, solusi mengatasi kemacetan di Makassar akan dituntaskan dengan delapan cara yang dianggapnya jitu. Danny mengaku telah mengkaji kondisi tersebut berdasarkan pengalaman menjadi pemimpin di Makassar sebelumnya.

Danny menyebut satu persatu program untuk mengatasi kemacetan. Pertama, revisi manajemen traffic, pembangunan publik transportasi dengan sistem multimoda, dan percepatan pembangunan tol lingkar dalam. Menurut Danny hal itu sementara berjalan di sepanjang Jalan AP Pettarani Makassar.

Keempat, pembangunan lintas barat timur konsep LRT. Kelima, pembangunan jejaring smart pedestrian dengan koridor hijau. "Karena transportasi itu diawali dari orang berjalan kaki," ungkap mantan Wali Kota Makassar beberapa tahun lalu ini.

Keenam, lanjut Danny, peningkatan pembangunan CCTV dan sensor system. Menurut Danny, sebagian dari solusinya terangkum dalam konteks artificial intelligence. Ketujuh, menjadikan Balai Kota Makassar sebagai pusat pengawasan kota. Terakhir, lanjut Danny, menyoal percepatan fungsi-fungsi tata ruang yang terintegrasi, kompak dan mutualis.

Baca Juga: [BREAKING] Debat Pilkada Makassar, Appi Tanya Danny Pomanto: Mana Petepete Smart?



Sumber : https://sulsel.idntimes.com/news/sulsel/sahrul-ramadan-1/adu-solusi-4-paslon-atasi-kemacetan-di-makassar-mana-paling-bagus

Makassar.Online Kumpulan berita terkini harian Makassar dan Sekitarnya terbaru dan terlengkap dari berbagai sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.