BONEPOS.COM, SINJAI – Memasuki musim penghujan pada Maret sekarang ini, harga cabai rawit ikut melejit.
Hal tersebut dibenarkan oleh Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM Kabupaten Sinjai, Muh Saleh, Jumat kemarin (26/3/2021).
Dia menjelaskan, seperti cabai rawit dari minggu ke tiga dengan kisaran harga per kilogram Rp50 ribu naik menjadi Rp70 ribu per kilogram di minggu ke empat bulan ini.
Sedangkan harga dan cabai besar minggu pertama seharga Rp20 ribu per kilogram naik menjadi Rp30 ribu hingga minggu keempat dan cabai keriting masih dikisaran harga Rp40 ribu per kilogram.
"Khusus harga cabai rawit terus naik karena pasokan terbatas dari petani kita di Sinjai dan juga diakibatkan petani di Sinjai tidak mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat," jelasnya.
Lanjut Saleh mengatakan, seperti petani cabai rawit di desa Bongki Lengkese, Kecamatan Sinjai timur memiliki keterbatasan produksi dikarenakan kondisi cuaca yang saat ini menghadapi musim penghujan sehingga tanaman tidak mampu bertahan lama.
"Demikian juga petani cabai asal Sinjai Barat yang tidak mampu memenuhi permintaan pasar karena terkendala oleh musim. Maksimalnya petani di Sinjai Barat hanya mampu memproduksi satu kali dalam setahun," ungkapnya.
Saleh menambahkan, saat ini cabai rawit dipasok dari Kabupaten Bantaeng dan Jeneponto. Hanya saja produksi terbatas ke Sinjai, karena petani di daerah itu juga mengirim ke kabupaten lain.
"Diprediksi harga tersebut terus bertahan hingga memasuki bulan Ramadan dan Idulfitri, sebab petani cabai di Sinjai saat ini baru mulai menanam dan harga cabe hampir semua daerah semakin pedis atau melonjak drastis," pungkasnya. (*)
Sumber : https://www.bonepos.com/?p=75385
Makassar.Online Kumpulan berita terkini harian Makassar dan Sekitarnya terbaru dan terlengkap dari berbagai sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Sosmed Kami