
BONEPOS.COM, BONE - Hasrat masyarakat Desa Pusunge, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, yang berdomisili di Babana Cenrana, untuk menikmati aliran listrik, tidak lama lagi terealisasi. Bukan lagi sekadar mimpi.
Puasa listrik puluhan tahun lamanya yang dirasakan warga Pusunge, bakal terwujud. PLN akhirnya menjangkau daerah yang notabene sudah masuk muara Teluk Bone.
Bonepos.com sempat berbincang dengan salah satu warga Desa Pusunge. Namanya Mansur (50).
Bapak enam anak ini bersyukur, melihat kerja keras dari seluruh petugas PLN yang datang bekerja. Mulai dari tahap pemancangan tiang listrik, hingga kini memasuki pembentangan kabel.
Bukan tanpa alasan, akses yang sangat terbatas menjadi tantangan. Untuk mengangkut tiang-tiang listrik ke lokasi, perlu mengendarai perahu. Membelah aliran Sungai Walannae.
Kepada Bonepos.com, Mansur bercerita, aliran listrik adalah salah satu anugerah terbesar yang dirasakan warga setempat. Karena sejauh ini, untuk menikmati aliran listrik, warga Babana Cenrana menggunakan genset.
"Kalau saya biasa nyalakan genset saat Magrib hingga pagi. Butuh sekitar 3 sampai 4 liter solar," ucap Mansur, Minggu (28/2/2021).
Pria pencinta burung kicau ini menuturkan, sebelumnya asa menikmati aliran listrik, sempat menggaung di wilayah pelosok daerah berjuluk Bumi Arung Palakka--sebutan Kabupaten Bone.
Beberapa waktu lalu, kata Mansur, ada pihak yang menawarkan untuk membantu mengalirkan aliran listrik. Syaratnya, setor uang yang nilainya jutaan rupiah.
"Waktu itu, saya setor kurang lebih Rp5 juta. Sudah ada tiangnya terpasang, tapi sampai saat ini tidak ada terealisasi. Kami tidak tahu oknum itu darimana. Tapi kalau petugas PLN yang datang, tidak ada pembayaran sama sekali dimintai kepada warga," tutur Mansur.
Lelaki penikmat kopi ini mengaku, ada sekitar 30 KK yang menyetor uang kepada pihak yang disebutnya oknum tidak bertanggung jawab. Warga merasa tertipu, sudah membayar, namun tak menikmati apa yang dijanjikan.
"Semoga PLN bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Karena awal-awal di sini ramai penduduknya. Cuma kian hari, jumlah masyarakat berkurang. Satu per satu pergi merantau ke Kalimantan. Mungkin karena fasilitas di sini masih minim, seperti aliran listrik dan air bersih belum tersedia," ungkap Mansur.
Apabila aliran listrik sudah aktif di Babana Cenrana, kata Mansur, hal ini akan menjadi magnet. Masyarakat akan kembali ramai seperti sedia kala.
Untuk mencapai Babana Cenrana ini, tidak mudah. Akses dari Watampone ke dermaga di Cenrana perlu melewati perjalanan kurang lebih 30 Km. Bisa ditempuh mengendarai roda dua maupun roda empat.
Tidak sampai di situ saja, setelah tiba di Dermaga Cenrana, harus menaiki perahu. Tak tanggung-tanggung, akses ke lokasi memakan waktu sekitar 25 hingga 30 menit.
"Kami di sini dominan berprofesi sebagai petambak. Masuknya nanti aliran listrik adalah anugrah terindah," ucapnya.
Sementara itu, Manager Bagian Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN UP3 Watampone, Haji Muhammad Basir mengemukakan, PLN UP3 Watampone memiliki lingkup kerja pada dua kabupaten yakni Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo.
"Jadi belum teraliri listrik (wilayah kerja PLN UP3 Watampone, red) tinggal nol koma sekian persen," beber Basir.
Disampaikan Basir, saat ini proses pengaliran listrik di wilayah sulit dijangkau akses, yaitu Babana Cenrana, Kabupaten Bone.
"Insya Allah target tahun ini," sebut Basir.
Diakui Basir, PLN misinya bukan semata berorientasi bisnis. Melainkan, aspek sosial dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat, juga dihadirkan.
"Pelanggan UP3 Watampone hingga Januari 2021 sebanyak 313.038 pelanggan. Terdiri dari Prabayar 140.565 pelanggan dan sisanya pelanggan pascabayar," paparnya. (ril)
Sumber : https://www.bonepos.com/?p=72533
Makassar.Online Kumpulan berita terkini harian Makassar dan Sekitarnya terbaru dan terlengkap dari berbagai sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Sosmed Kami