banjir landa jawa barat, 17 ribu warga bekasi mengungsi


FAJAR.CO.ID — Banjir menenggelamkan tujuh desa di Pabayuran Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/2/2021).

Dari tujuh desa tersebut, empat desa di antaranya terisolasi karena terputusnya jalan. Akibatnya, warga bertahan di rumah mereka atau mendirikan tenda darurat.

RadarBekasi.id (jawapos grup) melansir, tujuh desa yang kini terendam banjir yakni, Bantarsari, Bantarjaya, Karangpatri, Sumberurip, Sumbereja, Karangsegar, dan Karangharja. Sementara desa yang tidak bisa dilalui yakni Desa Sumberurip, Sumbereja, Karangsegar, dan Karangharja. Ketinggian air di desa tersebut mencapai 150 cm.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan mengatakan, debit air di Sungai Citarum mengalami kenaikan, menyebabkan banjir yang sebelumnya merendam empat desa, sekarang bertambah menjadi tujuh. Dengan penambahan ini, masyarakat yang terdampak juga bertambah menjadi 17 ribu.

"Sekarang ada penambahan, sebelumnya 12 ribu jiwa yang terdampak. Sekarang menjadi 17 ribu jiwa, karena ada kenaikan debit air," ujar kapolres di lokasi pengungsian, Senin (22/2).

Menurutnya, tiga desa yang sekarang ikut terendam banjir, kondisinya tidak separah empat desa sebelumnya. Untuk proses evakuasi kepada masyarakat yang terdampak terus dilakukan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Alamsyah menuturkan, sampai saat ini sudah banyak pengungsi yang mengalami gejala penyakit, mulai dari batuk pilek, penyakit kulit, dan lainnya, penyebabnya karena memang kelelahan.

Bahkan, satu orang pengungsi harus dirujuk ke puskesmas, karena memang menderita penyakit lumpuh dari sebelum banjir. Untuk pos kesehatan berada di setiap desa, puskesmas, dan tempat ibadah, jumlahnya sekitar 20 posko.



Sumber : https://fajar.co.id/2021/02/23/banjir-landa-jawa-barat-17-ribu-warga-bekasi-mengungsi/

Makassar.Online Kumpulan berita terkini harian Makassar dan Sekitarnya terbaru dan terlengkap dari berbagai sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.