
ENREKANG, PIJARNEWS.COM — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang, Sutrisno mengungkapkan rencana pemberian vaksin untuk masyarakat Kabupaten Enrekang akan dilakukan akhir tahun 2020.
Namun, hal itu menunggu vaksin yang dimaksud, karena sampai saat ini Pemerintah Indonesia belum melakukan droping Vaksin covid-19 termasuk di Kabupaten Enrekang.
Terkait kontroversi yang terjadi mengenai keamanan vaksin Covid-19 dan membuat masyarakat was-was sehingga banyak yang enggan untuk diberi Vaksin tersebut, Sutrisno menilai Pemerintah pasti telah mempertimbangkan seluruh aspek sebelum melakukan droping vaksin pencegah virus asal Wuhan China itu.
"Apabila Pemerintah sudah melakukan droping vaksin Covid-19 saya yakin Pemerintah sudah menganggap bahwa vaksin Covid-19 aman untuk di berikan kepada masyarakat. Sebagai jaminan untuk masyarakat Kabupaten Enrekang maka saya siap jadi yang pertama akan di vaksin Covid-19," kata Sutrisno, Ahad (20/12/2020).
Tentang siapa saja yang lebih dulu akan di vaksin, dia mengatakan belum ada petunjuk lebih lanjut.
"Masih pada petunjuk yang lama yaitu Tenaga Kesehatan, setelah itu TNI dan Polri," ujarnya.
Tentang adanya penolakan sebagaian Masyarakat Enrekang untuk di berikan vaksin Covid-19, Kadis Kesehatan mengatakan pihaknya hanyalah sebagai eksekutor melaksanakan vaksinasi Covid-19.
"Untuk hal yang lain, apalagi penolakan dari masyarakat, kami serahkan sepenuhnya ke Satgas Covid-19. Kami dari kesehatan cuma melaksanakan vaksinasi Covid-19," pungkas Kadinkes Enrekang.
Salah satu Masyarakat Enrekang yang ditemui pijarnews.com, Andi Tanri Toalala mengatakan bukan dirinya tak mau di vaksin Covid-19. Tapi dia ingin melihat dulu hasil vaksin tersebut dari orang yang sudah di Vaksin.
"Lihat hasilnya dulu. Kalau aman terhadap orang yang sudah di vaksin maka saya bersedia. Fungsinya vaksin itukan untuk pencegahan. Jadi harus dipastikan apakah vaksin yang akan diberikan benar-benar aman dan bekerja dengan baik," ucap Andi Tanri Toalala yang juga aktivis HPMM Cabang Enrekang.
Sebagai Mahasiswa yang kuliah di Makassar, Andi Tanri merespon baik upaya Pemerintah, apalagi aktivitasnya sebagai Mahasiswa sebentar lagi akan dimulai secara aktif di kampus.
"Saya khawatir karena di Makassar kasus positif Covid-19 terus bertambah, sementara kami tidak lama lagi aktif kuliah. Jadi jika memang vaksin covid-19 tersebut efektif mencegah penularan virus Corona saya bersedia dengan catatan yang saya ungkapkan tadi," tegasnya.
Berbeda dengan Ichwan, dia mengatakan sebaiknya pemberian vaksin tidak usah dilakukan karena hanya akan menghabiskan uang Negara, yang berarti uang Rakyat juga.
"Kita juga belum tahu bagaimana reaksi vaksin itu. Kalau tak ada yang menjamin jika vaksin itu bekerja dengan baik, sebaiknya uang Negara yang akan digunakan untuk membeli vaksin di alihkan saja kepada Nakes dan masyarakat yang membutuhkan dan terdampak Covid-19," harap Ichwan.
Menurutnya lebih efektif jika masyarakat dibiasakan menerapkan Protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan Covid-19. Ichwan mengatakan, sudah saatnya Protokol Kesehatan menjadi kebutuhan pokok masyarakat dimasa Pandemi Covid-19.
Di Kabupaten Enrekang sendiri ada sekitar 104.634 jiwa yang akan diberikan Vaksin Covid-19. Sasarannya adalah masyarakat usia 18-59 tahun. Kadiskes menggunakan usia tersebut menjadi prioritas pemberian vaksin karena dianggap sangat rentan terhadap penularan Covid-19. (*)
Reporter : Armin
Komentar
Komentar Anda
Sumber : https://www.pijarnews.com/?p=64121
Makassar.Online Kumpulan berita terkini harian Makassar dan Sekitarnya terbaru dan terlengkap dari berbagai sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.



Sosmed Kami