FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin buka suara mengenai dirinya yang ikut disebut dalam rekaman oknum Sekcam yang memerintahkan mendukung salah satu paslon Pilwakot.
Menurut Rudy, dirinya tidak mau terburu-buru mengambil tindakan mengenai rekaman yang sudah tersebar luas di media sosial tersebut. Perlu penelusuran dan kajian lebih lanjut.
"Kalau saya orangnya itu bukan tipikal yang suka lapor-lapor, kita lihat dulu," ungkap Rudy saat ditemui, Jumat (6/11/2020).
Rudy memastikan, pihaknya selalu menjunjung tinggi netralitas ASN seperti yang ditekankan Gubernur Sulsel. Termasuk menyukseskan kontestasi Pilwakot mendatang.
Lanjut, ia mengatakan ingin berpikir matang. Ini sebelum dirinya memutuskan apakah ingin membawa permasalahan ini ke jalur hukum atau tidak.
"Ya nanti kita liat, apa yang dilakukan itu. Kami mendukung semua calon. Yang terpenting itu terpilih pemimpin kota Makassar yang betul-betul mau membangun kota Makassar," jelasnya.
Rudy menuturkan, harus bersikap hati-hati soal menjatuhkan sanksi bawahannya. Alasannya, ASN juga memiliki keluarga. Karenanya dia tidak tega menjatuhkan sanksi jika tidak cukup bukti yang kuat.
"Harus betul-betul faktual. Harus betul-betul cukup bukti bahwa kita bisa melihat tindakan," pungkasnya.
Sebelumnya, rekaman video seseorang diduga Sekcam Ujung Tanah, Andi Syaiful beredar luas di sosial media. Di mana terdengar suara mengarahkan audiens agar satu suara mendukung salah satu Paslon Pilwakot.
Sumber : https://fajar.co.id/2020/11/07/namanya-dicatut-dugaan-pelanggaran-netralitas-asn-ini-respons-pj-walikota-makassar/
Makassar.Online Kumpulan berita terkini harian Makassar dan Sekitarnya terbaru dan terlengkap dari berbagai sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Sosmed Kami