FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar menemukan masih banyaknya pedagang ayam potong yang tidak mematuhi kaidah pemotongan hewan secara Islam.
Ketua MUI Makassar, Baharuddin HS mengatakan, pelanggaran yang paling banyak adalah tidak membaca basmalah seperti ditemukan di pasar tradisional.
Menurutnya, kebanyakan tukang potong tidak membaca basmalah dikarenakan terburu-buru akibat banyaknya hewan yang dipotong. Padahal itu tidak sesuai dengan syariat Islam.
"Pelanggaran yang paling banyak ditemukan di lapangan adalah kelalaian tidak membaca basmalah, akibat banyaknya hewan yang mau dipotong. Karena mau mempercepat sehingga tidak memperhatikan bacaan basmalah," ungkapnya, Kamis (26/11/2020).
Bahkan kata dia, banyak hewan potong yang mati bukan karena disembelih dengan baik, namun mati dikarenakan air panas setelah proses pemotongan. Sekali lagi hal itu dikarenakan pemotong yang terburu-buru.
"Banyak ditemukan ayam seakan-akan bukan karena pemotongan, itu yang menyebabkan mati tetapi belum dipotong baik langsung dikasi masuk di air panas, seakan-akan air panas itu yang menyebabkan mati. Itu yang tidak boleh karena mau cepat," tuturnya.
Untuk itu, MUI Makassar berinisiatif menggelar sosialisasi terhadap tata cara pemotongan hewan yang baik dan benar. Dengan menyasar usaha rumah potong hewan maupun yang berada di pasar tradisional.
"Banyak ditemukan di lapangan utamanya di pasar pasar tradisional di Kota Makassar fatwa MUI pusat yang berkaitan dengan pemotongan hewan yang syar'i, kita sosialisasikan kami panggil pakarnya baik segi agama maupun pemerintah," bebernya.
Sumber : https://fajar.co.id/2020/11/26/mui-makassar-temukan-pedagang-ayam-potong-tak-baca-basmalah/
Makassar.Online Kumpulan berita terkini harian Makassar dan Sekitarnya terbaru dan terlengkap dari berbagai sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Sosmed Kami