Kasihan Petani di Sinjai Menjerit, Ini Penyebabnya


BONEPOS.COM, SINJAI - Petani di Kabupaten Sinjai mengaku hasil panennya tahun ini, turun drastis. Lantaran, akibat musim kemarau yang terjadi.

Hal tersebut diungkapkan beberapa petani khususnya yang ada di Kecamatan Bulupoddo dan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, melalui pesan singkatnya di WhatsApp, Selasa (25/8/2020).

Salah satu petani di Sinjai Tengah, Muhlis mengaku, panen tahun ini di wilayah Selatan dan Timur termasuk di Kecamatan Bulupoddo produksi panen menurun.

"Silahkan dicek, jangan sampai hanya menerima laporan dari penyuluh saja. Bagaimana produksi mau meningkat sementara pupuk langka," ujarnya.

Lanjut Muhlis mengatakan, yang juga menjadi faktor berkurangnya hasil produksi yakni tidak adanya keseragaman panen, apa lagi kita hanya mengandalkan tadah hujan.

"Bagaimana hasil panen mau meningkat, sementara padi butuh pupuk tapi pupuk langka. Kemudian padi masih mau berisi datang lagi musim kemarau dan akhirnya kita panen paksa," ungkapnya.

"Mengenai hasil panen yang diklaim hasilnya meningkat, tolong dijelaskan di wilayah atau kecamatan mana?," pungkasnya.

Hal yang serupa juga diungkapkan Asfa petani dari Kecamatan Bulupoddo, yang menurutnya hasil jual untuk tahun ini pasca panen menurun drastis akibat musim kemarau yang mulai melanda.

"Namun disyukuri karena masih ada yang tersisa untuk persiapan di konsumsi," pungkasnya. (fan/ril)



Sumber : https://www.bonepos.com/?p=59644

Makassar.Online Kumpulan berita terkini harian Makassar dan Sekitarnya terbaru dan terlengkap dari berbagai sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.