
PINRANG, PIJARNEWS.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang menjemput 45 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Malaysia di Pelabuhan Nusantara Parepare, Jumat (26/6/2020).
Para TKI itu dibawa di Gedung Aisyiyah Pinrang untuk menjalani isolasi mandiri. Namun ada tiga warga yang ikut rombongan saat tiba di gedung isolasi enggan dikarantina dan meminta pulang ke rumahnya.
Menurutnya, dia bukan TKI. Hanya dia berasal dari Nunukan, Kalimantan Utara dan tak terdaftar di list petugas Covid-19 Pinrang.
"Saya tidak ada nama di list petugas, kebetulan tadi waktu turun dari kapal, saya terjaring masuk ke rombongan sehingga tidak bisa keluar lagi. Jadi terpaksa ikut sampai ke tempat isolasi," kata Jabir, warga yang menolak dikarantina.
Kepala Dinas Kesehatan, dr Dyah Puspita Dewi membenarkan jika ketiga warga tersebut menolak dikarantina di tempat yang disiapkan Pemkab Pinrang.
"Tiga orang tersebut minta pulang ke rumah dan ingin menjalani isolasi mandiri," kata Dewi.
Wakil Bupati Pinrang, Alimin, dihadapan para TKI deportan menjelaskan, karantina tersebut sudah sesuai protap kesehatan.
"Ini adalah bentuk penghargaan negara untuk setiap warga negara, dari tahap penjemputan sampai tahap isolasi. Semua ditanggung negara," ujar Alimin. (*)
Reporter : Fauzan Mahmud
Editor : Muhammad Tohir
Komentar
Komentar Anda
Sumber : https://www.pijarnews.com/?p=57703
Makassar.Online Kumpulan berita terkini harian Makassar dan Sekitarnya terbaru dan terlengkap dari berbagai sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.


Sosmed Kami