
KabarMakassar.com — Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal Maret lalu memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap sektor perekonomian.
Sejauh ini, sudah ribuan usaha yang terpaksa harus gulung tikar karena tak mampu lagi membiayai operasional dan menggaji karyawannya.
Akibatnya, ratusan ribu bahkan jutaan karyawan terpaksa harus kehilangan pekerjaan karena dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Secara otomatis, kondisi ini membuat angka kemiskinan di Indonesia termasuk di Kota Makassar mengalami peningkatan.
"Dengan adanya PHK perusahaan-perusahaan, aktifitas ekonomi terhambat, pasti akan berpengaruh pada peningkatan jumlah angka kemiskinan karena orang sedang tidak berdaya sekarang ini," kata Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir, Jumat (15/5).
Menurut Mukhtar, angka kemiskinan di Kota Makassar selama pandemi Covid-19 ini mengalami peningkatan sekitar 3 persen dari jumlah sebelumnya.
"Dulu itu kemiskinan di Kota Makassar sekitar 4,4 persen, sekarang itu bisa mencapai sekitar 7 persen," ujarnya.
"Berdasarkan pada data terpadu kesejahteraan sosial, sebelum adanya pandemi Covid-19 itu jumlah rumah tangga miskin di Kota Makasar itu sebanyak 82.326 rumah tangga. Selama pandemi Covid-19, bertambah sebanayk 72.06 rumah tangga, sehingga sekarang jumlahnya itu sebanyak 154.632 rumah tangga," paparnya.
Mukhtar berharap, dengan adanya rencana dari pemerintah untuk membuka dan mengizinkan beberapa sektor khususnya dunia usaha untuk beroperasi, bisa menekan atau menurunkan kembali angka kemiskinan di Kota Makassar.
"Sudah ada pemetaan tanggal-tanggal untuk mengizinkan toko-toko kembali beroperasi. Itu sudah mulai, artinya dengan dasar itulah dianggap perekonomian akan diputar kembali. Mudah-mudahan dengan begitu mampu secara perlahan kembali pada posisi semula, dan angka kemiskinan pun bisa ditekan atau berkurang," ucapnya..
Sekadar diketahui, berdasarkan data dari Dinas Ketenagakerjaan, ada sekitar 9.000 tenaga kerja di Kota Makassar yang terdampak Covid-19 dan terpaaksa harus dirumahkan. Dari jumlah tersebut, 4.732 orang diantaranya hanya mendapat 20 persen gaji, 4.241 orang tanpa upah, dan sebanyak 224 orang lainya di-PHK.
Sumber : https://www.kabarmakassar.com/dampak-pandemi-covid-19-angka-kemiskinan-di-makassar-naik-3-persen/
Makassar.Online Kumpulan berita terkini harian Makassar dan Sekitarnya terbaru dan terlengkap dari berbagai sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Sosmed Kami