Desak Pemprov Sulsel Berlakukan PSBB, Selle: Ini Darurat Kesehatan


KabarMakassar.com — Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) saat ini menjadi satu-satunya daerah di luar Pulau Jawa yang masuk dalam zona merah penyebaran virus Corona (Covid-19). Jumlah kasus Covid-19 di Sulsel yang sudah lebih dari 100 pun setiap hari terus bertambah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Kamis (9/4) pukul 12.00 WIB, jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel totalnya sudah sebanyak 138 orang.

Menyikapi hal ini, Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Selle KS Dalle mendesak Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mengambil langkah tegas, cepat dan tepat, dalam menangani penyebaran Covid-19 yang semakin meluas. Salah satunya dengan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kondisi Sulsel saat ini patut dicemaskan. Kita zona merah pertama di luar Pulau Jawa. Ada tiga daerah yang jumlah kasusnya tinggi. Makassar yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Sulsel, kemudian Gowa dan Maros. Daerah yang lain juga perlu diwanti-wanti, karena ada perkembangan signifikan di Sidrap, dan beberapa daerah lainnya," kata Selle dalam sebuah diskusi online membahas penanganan Covid-19 di Sulsel yang digelar KabarMakassar.com, Kamis (9/4) siang.

"Kebijakan yang cepat dan tepat harus diambil agar kondisi ini tidak menyebar ke daerah. Kecepatan penanganannya butuh ditambah, harus full speed, khususnya di Makassar, Gowa dan Maros. Tidak akan efektif kalau hanya pebatasan sosial berskala kecil (PSBK). Toh lalu lintas orang antara 3 daerah ini tidak dibatasi, sehingga pola penanganan penyebaran tidak bisa dipastikan efektif," sambungnya.

Bahwa hal tersebut (pemberlakukan PSBB) butuh kajian dan diskusi yang komprehensif, Selle mengaku setuju dengan hal tersebut. hanya saja ia mengingatkan agar jangan terlalu lama.

"Saat ini kita berpacu dengan penyebaran virus. Jangan ragu mengambil sikap tegas, karena jangan sampai kehilangan momentum. Kalau terlambat, sikap tegas itu tidak ada gunanya. Kalau dari sisi anggaran, jangan terlalu berpikir. Tidak boleh kita berhitung uang ketika kita berbicara nyawa. Ini darurat kesehatan," tegasnya.

Selle meyakini, persoalan anggaran tidak akan menjadi soal, sepanjang Pemprov Sulsel melakukan komunikasi secara baik dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat.

"Kita siap membackup segala kebijakan yang diambil kepala daerah. Bahkan diskresi sekalipun kalau itu dibutuhkan, kita akan backup. Mumpung kondisi sosial kita belum terlalu parah, ini momen tepat pemerintah mengambil langkah tegas," ucapnya.

Terpisah, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengaku telah melakukan evaluasi terkait kondisi terakhir di Sulsel. Terkait kemungkinan penerapan PSBB di wilayah Sulsel, Nurdin mengaku pihaknya masih mengkaji hal tersebut.

"Kita telah melakukan evaluasi kondisi Sulsel terkahir. Tentu beberapa hal yang lagi kita kaji, apakah sudah memenuhi syarat untuk kita ajukan PSBB. Saya kira tidak mudah kita langsung usulkan. Banyak hal yang menjadi persyaratan," kata Nurdin.

Sambil menunggu kajian tersebut rampung, Nurdin mengatakan pihaknya akan memassifkan sosialiasi kepada masyarakat terkait penanaganan dam pencegahan penularan Covid-19.

"Kita akan sosialiasasi seperti penggunaan masker yang wajib digunakan saat keluar rumah. Kedua, pola hidup bersih. Beberapa testimoni yang kita dengarkan itu Covid-19 ini banyak yang sembuh tanpa diobati, hanya menjaga kondisi tubuh, makan makanan bergizi dan jangan stres dan panik. Saya kira untuk masyarakat Sulsel, kondisi yang harus kita jaga," ujarnya.



Sumber : https://www.kabarmakassar.com/desak-pemprov-sulsel-berlakukan-psbb-selle-ini-darurat-kesehatan/

Makassar.Online Kumpulan berita terkini harian Makassar dan Sekitarnya terbaru dan terlengkap dari berbagai sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.