Kasihan, Perawat RS Rujukan Corona di Jabar Ditolak Warga


BANDUNG – Peristiwa pilu dialami sejumlah perawat yang bekerja di rumah sakit rujukan corona di Jawa Barat. Mereka ditolak warga kembali ke tempat tinggal.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani. Berli menjelaskan ada 52 perawat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) yang saat ini tinggal sementara di UPTD Pelatihan Kesehatan (Upelkes) Dinkes Jabar.

"Sejak Jumat (27/3) lalu, benar mereka mengalami kondisi sosial penolakan ini," kata Berli seperti dikutip dari Detik, Senin (30/3/2020).

Perawat yang tinggal di Upelkes bekerja di unit Gedung Kemuning RSHS sebagai pusat penanganan COVID-19, mulai dari Isolasi Kemuning I, Instalasi Gawat Darurat (IGD) Kemuning Ring I, High Care Unit (HCU) Kemuning, serta Ruang Isolasi Infeksi Khusus Kemuning (RIIKK)

Iklan Honda

Selain perawat RSHS, Berli mengatakan, belasan perawat Rotinsulu juga mengalami hal serupa. "Ada juga di Rotinsulu, mereka ke hotel kontributor yang saya tidak bisa kasih info," ujarnya.

Disisi lain, Pemerintah Provinsi melalui Dinkes Jabar menyiapkan Pusat Isolasi Mandiri COVID-19 dengan memanfaatkan fasilitas milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) untuk penanganan Covid-19 bagi pasien dan tenaga medis.

Kepala BPSDM Provinsi Jabar Muhamad Solihin mengatakan, pihaknya siap menjadikan fasilitas miliknya untuk menampung tenaga kesehatan yang mengalami permasalahan sosial saat kembali ke lingkungan tempat tinggal.

"Kami siap untuk menampung para penderita (Covid-19) maupun para perawat, tenaga medis, dan paramedis. Saya dapat informasi dari Dinas Kesehatan, ada beberapa orang tenaga medis dan paramedis yang mengalami permasalahan sosial di lingkungan tempat tinggalnya," ucap Solihin.

"Lebih baik kita tampung di sini, sehingga yang bersangkutan juga merasa nyaman," tegasnya.

Editor: Hendra Wijaya



Sumber : https://www.sulselsatu.com/?p=217221

Makassar.Online Kumpulan berita terkini harian Makassar dan Sekitarnya terbaru dan terlengkap dari berbagai sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.